Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan

Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan
Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan

Walau tadinya sempat menampik berita ketertarikannya untuk bergabung ke PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman akhirnya mengakui kalau dirinya memang betul akan melatih PSMS usai dirinya mengundurkan diri dari Persib Bandung.

Bahkan kata sepakat pun sudah tercetus antara PSMS dan pelatih yang akbrab disapa Djanur itu. Hanya tinggal mendiskusikan durasi kontraknya saja.

Berhembusnya kabar seputar kepindahan Djannur ke Tim Ayam Kinantan memang sudah tercium sejak kompetisi Liga 2 memasuki fase 16 besar. Mengingat, PSMS baru saja memecat pelatih kepalanya, Mahruzar Nasution.

Sebelum dikontak PSMS, Djanur memang terpaksa menganggur. Sejak mundur dari jajaran kepelatihan Tim Maung Bandung.

“Betul. Saya mengakui, kalau bakal bergabung bersama PSMS. Soalnya klub itu berkata sudahjj pasti ingin merekrut saya. Walaupun terkait durasi kontrak, masih dalam proses pendiskusian manajemen dan Djanur”, jelas Djanur saat dirinya dikontak via telpon oleh wartawan.

Sementara itu, pria kelahiran Majalengka 52 tahun silam itu punya target untuk membawa PSMS naik level ke Liga 1. Disamping target-target jangka pendek manajemen PSMS lainnya.

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung
Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Laga lanjutan Liga 1 yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung di GBLA (Stadion Gelora Bandung Lautan Api) pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 22 / 7 / 2017) WIB malam, diwarnai keributan antara kapten Macan Kemayoran, Ismed Sofyan dengan salah satu penggawa Maung Bandung, Vladimir Vujovic. Setelah dirunut kembali kisahnya, keributan dipicu oleh keisengan terhadap Andritany Ardhiyasa yang dimotori oleh Achmad Jufriyanto.

Cek cok pertama terjadi saat laga memasuki menit ke 33. Saat itu, Jupe (panggilan akrab dari Achmad Jufriyanto) berusdaha menyolong bola yang sudah dibekap Andritany, kiper Persija.

Kesal dengan ulah bek Persib itu. Maman Abdulrahman, Ismed dan Andritany langsung menghampiri dan melabrak Jupe. Ismed yang tengah mencak-mencak sambil menunjuk-nunjuk muka Jupe, mendadak dijoroki oleh Vujovic. Tak terima didorong, Ismed pun menyeruduk muka Vujovic. Merasa tak terima juga lantaran mukanya ditanduk, Vujovic langsung melayangkan bogem mentah ke muka Jupe. Pemain kelahiran Banda Aceh itu pun langsung KO dan mencium tanah.

Setelah selesai bertanding, Ismed pun dihampiri Soccer 3636 untuk menceritakan detail terkait aksi ribut-ribut dirinya dengan Vujovic.

“Ya masa bola udah ditangkap kiper, masih mau disikat juga. Udah gitu nyikatnya kasar lagi. Hampir saja muka Andri (Andritany) ketendang. Yasudah saya samperin dong si Jupe. Eh, tiba-tiba saya didorong sama Vujovic. Setelah itu, dia juga memukul saya sampai terjatuh”, jelas Ismed menjelaskan kronologis keributannya dengan Vujovic.

“Padahal saya juga bilangnya baik-baik. Saya bilang, ‘Kamu ga bisa gitu dong. Masa bola sudah ditangan, mau kamu curangin”, terus pemain berusia 37 tahun tersebut.

Walaupun sempat terjadi baku hantam dan kontak fisik pada laga tersebut, wasit yang bertugas, Aprisman Aranda sama sekali tidak menodongkan kartu kuning ataupun kartu merah kepada pemain dari kedua kubu yang terlibat aksi cek cok tersebut.

Namun begitu, bagusnya kedua tim suporter tidak terpancing untuk menlanjutkan keributan yang lebih parah secara massal.

Selebihnya laga lanjutan tetap berjalan normal, hingga laga tersebut pada akhirnya hanya tertuntaskan dengan hasil imbang 1 – 1.