Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan

Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan
Djanur Positif Mau Latih PSMS Medan

Walau tadinya sempat menampik berita ketertarikannya untuk bergabung ke PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman akhirnya mengakui kalau dirinya memang betul akan melatih PSMS usai dirinya mengundurkan diri dari Persib Bandung.

Bahkan kata sepakat pun sudah tercetus antara PSMS dan pelatih yang akbrab disapa Djanur itu. Hanya tinggal mendiskusikan durasi kontraknya saja.

Berhembusnya kabar seputar kepindahan Djannur ke Tim Ayam Kinantan memang sudah tercium sejak kompetisi Liga 2 memasuki fase 16 besar. Mengingat, PSMS baru saja memecat pelatih kepalanya, Mahruzar Nasution.

Sebelum dikontak PSMS, Djanur memang terpaksa menganggur. Sejak mundur dari jajaran kepelatihan Tim Maung Bandung.

“Betul. Saya mengakui, kalau bakal bergabung bersama PSMS. Soalnya klub itu berkata sudahjj pasti ingin merekrut saya. Walaupun terkait durasi kontrak, masih dalam proses pendiskusian manajemen dan Djanur”, jelas Djanur saat dirinya dikontak via telpon oleh wartawan.

Sementara itu, pria kelahiran Majalengka 52 tahun silam itu punya target untuk membawa PSMS naik level ke Liga 1. Disamping target-target jangka pendek manajemen PSMS lainnya.

Indonesia Bombardir Gawang Mariana dengan Jumlah Gol Lebih Dari Selusin

Indonesia Bombardir Gawang Mariana dengan Jumlah Gol Lebih Dari Selusin
Indonesia Bombardir Gawang Mariana dengan Jumlah Gol Lebih Dari Selusin

Saat melakoni pertandingan perdana di grup G ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Stadium Rajamangala pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 16 / 9 / 2017), timnas Indonesia sukses menekuk timnas Kepulauan Mariana Utara dengan lebih dari selusin gol. Kala itu, Garuda Muda berhasil pulang dengan skor 18 – 0. Usai bertanding, sang pelatih tim Merah Putih U-16, Fakhri Husaini pun membeberkan komentarnya terkait laga perdana squad -nya tersebut.

Saat duel berjalan, Sutan Zico berhasil membungkus 5 gol untuk timnas Indonesia. Disusul dengan Mochamad Supriadi, lalu Amiruddin Bagus, beserta Hamsa Lestaluhu yang masing-masing berhasil mengkreasi hat trick. Berikutnya, Rendy Juliansyah juga ikutan menyumbang 2 gol pada. Selebihnya, Amanar Abdillah dan Andre pun berhasil menceplos bola ke gawang Mariana masing-masing 1 kali.

“Dari segi positif, kemenangan besar ini tentu saja bisa menambah rasa percaya diri dan optimisme dari squad Indonesia U-16. Hanya saja, saya akan tetap mengingatkan mereka untuk tidak menjadi takabur dan menganggap remeh lawan. Selebrasi dan merayakan kemenangan sah-sah saja, tapi ingat kalau ini baru laga perdana. Perjalan panjang baru saja berjalan diawal-awal”, ujar coach Fakhri.

Selain itu, coach Fakhri juga membeberkan rahasia dirinya dalam mempersiapkan mental para anak didiknya tersebut.

“Saya selalu menekankan kepada anak-anak didik saya, kalau fokus tidak perlu diarahkan terlalu jauh. Cukup dari yang paling dekat dulu, yakni fokus setiap laga yang sedang dilakoni. Ga usah terlalu banyak mikir lah. Fokus dulu saja sama apa yang sedang dijalankan saat sekarang. Justru dengan begitu, pikiran anak-anak didik saya justru tidak jadi stress dan fokus strategi bertanding bisa lebih tertarget”, terang pelatih kelahiran Lhokseumawe 52 tahun silam itu.

Selanjutnya, tugas coach Fakhri adalah menemani Merah Putih untuk berhadapan dengan Timor Leste petang WIB ini (Senin, 18 / 9 / 2017).

Timnas Indonesia U-19 Diminta Tetap Fokus ke Piala AFF U-18 2017

Timnas Indonesia U-19 Diminta Tetap Fokus ke Piala AFF U-18 2017
Timnas Indonesia U-19 Diminta Tetap Fokus ke Piala AFF U-18 2017

Indonesia boleh berbangga diri saat ini, lantaran timnas Indonesia U-19 mampu melaju ke fase semi final Piala AFF U-18 2017. Kendati begitu, squad Garuda Muda diminta jangan sampai kehilangan fokus. Mengingat final turnamen tersebut masih menyisakan 2 laga lagi.

Kemenangan telak 8 – 0 Tim Merah Putih atas Brunei Darussalam pada laga terakhir mereka di grup B kemarin (Rabu, 13 / 9 / 2017) di Thuwunna Stadium Yangon, Myanmar, menjadi tiket untuk merangkak naik ke babak semi final Piala AFF.

Adapun, tim yang ditangani oleh Indra Sjafri itu sejauh ini telah mengantongi 9 poin. Mengungguli timnas tuan rumah (Myanmar) yang masih kalah jumlah gol, namun membayangi Garuda Muda di posisi runner up setelah mempecundangi Vietnam.

Melihat performa luar biasa dari para atlit-atlitnya, Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Imam Nahrawi pun terlihat sangat bangga. Walaupun Menpora Imam tetap mengingatkan timnas Indonesia U-19 jangan terlena dan cepat puas diri. Mereka masih harus menghadapi 2 laga sisa untuk menggasak trofi Piala AFF.

“Alhamdulillah, mereka (timnas U-19) menang telak kemarin. Brunei dibabat habis 8 – 0. Sangat membanggakan. Tapi ingat ya, jangan terlena. Masih ada 2 laga lagi, lho. Tetap fokus. Saya percaya kalian bisa menjuarai Piala AFF ini”, papar Menteri kelahiran Bangkalan, Jawa Timur itu.

Berikutnya, Indonesia yang kini berstatus sebagai juara di grup B akan berhadapan dengan Thailand di putaran semi final. Walaupun, coach Indra sendiri mengaku kalau anak-anak didiknya sudah siap dengan setiap lawan-lawannya.

“Saya selalu menekankan untuk menghadapi lawan dengan fokus pada kemenangan. Dengan cara begitu, perasaan gentar pun akan lebih mudah dikuasai”, jelas coach Indra.

Selain itu, pelatih yang dulu juga bermain sebagai gelandang itu juga meminta timnas tidak kisruh soal bonus dulu. Pasalnya, hal tersebut memiliki potensi untuk merusak  mental dan fokus para pemain yang masih berusia belia.

“Kita ga usah ribut soal bonus dulu, lah. Penghargaan, hadiah, bonus, uang, atau apapun itu akan datang sendirinya kalau kita memang berprestasi. Tunaikan dulu tanggung jawab, baru menuntut hak. Tanggung jawab kita belum selesai. Jangan sampai pikiran-pikiran seperti itu merusak konsentrasi kita”, tambah coach Indra mengingatkan para anak-anak asuhnya di timnas U-19.

Menpora Ngamuk Lagi Gara-Gara Ada Suporter Tewas Kena Petasan

Menpora Ngamuk Lagi Gara-Gara Ada Suporter Tewas Kena Petasan
Menpora Ngamuk Lagi Gara-Gara Ada Suporter Tewas Kena Petasan

Setelah sebelumnya mendengar kasus ada suporter yang tewas gara-gara digebuki sesama suporter,  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) lagi-lagi mengamuk gara-gara ada suporter yang tewas karena ledakan petasan.

Insiden maut tersebut terjadi, kala timnas Indonesia menyambut kedatangan timnas Fiji akhir pekan kemarin (Sabtu, 2 / 9 / 2017) pada ajang laga persahabatan. Diduga, salah seorang suporter melempar petasan yang menyala ke tribun lain. Naas, petasan tersebut meledak berpapasan saat mengena seorang suporter lainnya yang bernama Catur Yuliantono. Catur sejatinya langsung dilarikan ke RS, namun ia pada akhirnya meregang nyawa saat di perjalanan.

Atas peristiwa memalukan tersebut, Menpora Imam pun mengucapkan bela sungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga Catur. Selain itu, Menpora juga meminta agar kasus tersebut diusut tuntas oleh pihak yang berwajib.

“Ini betul-betul memalukan. Kalian itu harus ingat, setahun lagi kita akan menjadi tuan rumah Asian Games. Masa, sikap-sikap konyol seperti itu masih belum bisa diperbaiki. Sampai menghilangkan nyawa orang lain lagi”, amuk Menpora Imam saat disambangi wartawan di kantornya yang berlokasi di bilangan Senayan, Jakarta Selatan.

“Ini betul-betul tidak boleh dibiarkan. Nyawa orang seperti tidak ada harganya, lantaran hanya melayang sia-sia seperti itu. Saya harap pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini. Harus ada hukuman yang membuat para pelaku jera dan membuat kita semua bisa lebih tunduk pada aturan”, imbuh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Saat menutup wawancara, Menpora Imam juga memberikan instruksi kepada panpel (panitia pelaksana) Asian Games 2018 agar mempersiapkan event tersebut dengan sebaik-baiknya. Terutama dalam aspek keamanan.

“Pokoknya aspek keamanan harus diperhatikan betul oleh pihak panpel Asian Games 2018. Itu event besar yang mempertaruhkan reputasi Indonesia di mata internasional, lho. Silahkan berkoordinasi dengan ahli-ahli IT untuk meningkatkan keamanan. Jadi, saya mau pemeriksaan pengunjung nantinya berjalan dengan ketat dengan basis teknologi. Semua barang bawaan pengunjung harus diperiksa dengan seksama”, papar Menpora Imam.

“Semua penonton dan para atlit yang bertanding harus merasa aman dan nyaman pokoknya”, tuntasnya.

Tiada Emas, Perunggu SEA Games ’17 Pun Jadi

Tiada Emas, Perunggu SEA Games '17 Pun Jadi
Tiada Emas, Perunggu SEA Games ’17 Pun Jadi

Setelah harapan untuk menyabet medali emas di cabang olahraga sepakbola SEA Games 2017 kandas, timnas Indonesia kini bertekad untuk memperebutkan gelar juara 3 dan menyabet medali perunggu atas timnas Myanmar. Gelaran perebutan juara 3 tersebut akan dijadwalkan pada hari Selasa (29 / 8 / 2017) petang WIB di Stadion Selayang Malaysia.

Harapan Garuda Muda U – 22 untuk memboyong emas di negeri Jiran memang kandas, usai dibabat timis oleh timnas tuan rumah dengan skor 0 – 1. Namun begitu, kegagalan tersebut tetap disingkapi positif oleh sang pelatih, Luis Milla. Pria asal Spanyol berumur 51 tahun itu mengatakan kalau keberhasilan meraih medali perunggu nantinya, merupakan sebuah peningkatan prestasi dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya pada ajang SEA Games 2015, Merah Putih cuma menuntaskan kompetisi dengan duduk di posisi 4.

Keyakinan untuk memenangkan laga atas Myanmar pun diperkuat oleh pernyataan asisten pelatih timnas, Bima Sakti. Yakni, Bima mengakatakan kalau kondisi fisik dan mental para pemainnya sudah jauh lebih oke dibandingkan dengan SEA Games sebelumnya. Mereka tidak mau terlarut dalam kesedihan terlalu lama, usai dikalahkan Malaysia minggu lalu.

“Yang saya lihat, mental mereka sudah jauh lebih matang. Mereka bisa fokus dari 1 masalah ke 1 masalah yang lain dengan baik. Kalah dengan Malaysia ya sudah, lalu beralih fokus untuk mengalahkan Myanmar”, tegas Bima Sakti kepada wartawan.

“Kami tentunya tidak mau pulang dengan tangan kosong dari SEA Games 2017 ini. Kami ingin membawa sesuatu untuk Indonesia”, imbuhnya lagi.

Sejatinya, timnas Myanmar merupakan lawan yang pernah memberikan mimpi buruk bagi timnas Indonesia. Saat menjajal kemampuan melalui laga uji coba yang dikoordinir Milla di Stadion Pakansari, timnas U – 22 digebuk 1 – 3 oleh tim tamu. Kendati begitu, Gerd Zeise selaku pelatih timnas Myanmar sendiri mengatakan kalau squad yang beranggotakan Evan Dimas Darmono cs bukanlah lawan yang enteng. Pasalnya, Zeise melihat bahwa koordinasi permainan tim yang dibesut Milla sangatlah impresif.

“Bagaimana cara mereka melakukan tektok dan menguasai lapangan sangatlah baik. Squad -nya benar-benar dikoordinasikan dengan rapih, lantaran setiap individu pemainnya tahu bagaimana menguasai perannya masing-masing dan bekerjasama dengan rekannya yang berada di posisi lain”, puji Zeise.

Kendati begitu, Zeise pun tetap mengatakan kalau squad -nya juga punya sisi bagus yang bakal memberatkan Indonesia nantinya.

“Walaupun saya memuji Indoenesia, bukan berarti tim kami tidak bagus. Kami pun punya sesuatu yang nantinya akan membuat Indonesia kewalahan. Semuanya akan kami kerahkan Selasa nanti, karena kami pun ingin pulang dengan membawa medali perunggu di SEA Games 2017 ini”, ujar Zeise lagi sambil mengakhiri konversasi.

Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp

Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp
Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp

Persiba Balikpapan baru saja dibikin emosi oleh Milomir Seslija. Pasalnya, pelatih asal Bosnia Herzegovina itu tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba bilang mau resign. Apalagi pernyataan tersebut hanya dilontrakannya melalui WhatsApp.

Sejatinya gosip terkait Milo yang hendak hijrah ke Persib Bandung sudah berhembus lama, walaupun belakangan sempat meredam. Namun kini, semuanya seolah mencuat kembali saat dirinya tidak nongol pada sesi latihan bersama yang digelar Persiba kemarin sore (Rabu, 9 / 8 / 2017). Dipertegas dengan pesan singkat lewat WhatsApp yang dikirim oleh pria berjuluk Beruang Madu itu kepada manajemen Persiba.

Disisi lain, pihak manajemen Persiba yang sudah mendengar rumor tersebut sempat memanggil Milo untuk berbicara 4 mata. Sayang, panggilan tersebut tidak digubris terus oleh pria berusia 53 tahun itu. Tak sabar dengan situasi yang dihadapi, pihak manajemen pun akhirnya memutuskan untuk menyambangi rumah Milo. Kendati, hasilnya nihil. Rumah sang arsitek terlihat sepi, gelap dengan keadaan semua pintu terkunci.

Sikap yang sangat tidak profesional tersebut sangat disayangkan oleh manajemen Persiba.

“Semua itu tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Kalau cuma dari WhatsApp saja ya ga profesional lah. Ga ada angin ga ada hujan, terima chat mengundurkan diri siapa yang ga bingung coba?”, ujar Sekretaris Umum Persiba, Irvan Taufik geram.

“Dihubungi susah, disamperin ga ada. Pusing saya sama orang begitu. Dimana-mana juga, ga bisa kita sembarangan membatalkan kontrak dengan cara seperti itu. Semua harus ada prosedurnya. Makanya saya undang dia untuk membicarakan duduk persoalannya”, sambung Irvan lagi.

Setelah diusut lebih dalam oleh wartawan, ternyata kontrak Milo dengan Persiba akan berakhir pada kompetisi Liga 1 musim ini. Milo sempat mengajukan pengunduran diri secara formal, namun ditolak mentah-mentah oleh Persiba. Sementara Maung Bandung yang saat ini sedang kepepet membutuhkan pelatih baru, memang sudah naksir berat dengan Milo.

Dibawah tangan Milo, performa Persiba memang relatif merangkak naik di Liga 1. Tak heran klub yang dijuluki dengan Klub Selicin Minyak itu ogah melepas pelatih yang sukses menjadi dirijen squad -nya.

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung
Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Laga lanjutan Liga 1 yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung di GBLA (Stadion Gelora Bandung Lautan Api) pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 22 / 7 / 2017) WIB malam, diwarnai keributan antara kapten Macan Kemayoran, Ismed Sofyan dengan salah satu penggawa Maung Bandung, Vladimir Vujovic. Setelah dirunut kembali kisahnya, keributan dipicu oleh keisengan terhadap Andritany Ardhiyasa yang dimotori oleh Achmad Jufriyanto.

Cek cok pertama terjadi saat laga memasuki menit ke 33. Saat itu, Jupe (panggilan akrab dari Achmad Jufriyanto) berusdaha menyolong bola yang sudah dibekap Andritany, kiper Persija.

Kesal dengan ulah bek Persib itu. Maman Abdulrahman, Ismed dan Andritany langsung menghampiri dan melabrak Jupe. Ismed yang tengah mencak-mencak sambil menunjuk-nunjuk muka Jupe, mendadak dijoroki oleh Vujovic. Tak terima didorong, Ismed pun menyeruduk muka Vujovic. Merasa tak terima juga lantaran mukanya ditanduk, Vujovic langsung melayangkan bogem mentah ke muka Jupe. Pemain kelahiran Banda Aceh itu pun langsung KO dan mencium tanah.

Setelah selesai bertanding, Ismed pun dihampiri Soccer 3636 untuk menceritakan detail terkait aksi ribut-ribut dirinya dengan Vujovic.

“Ya masa bola udah ditangkap kiper, masih mau disikat juga. Udah gitu nyikatnya kasar lagi. Hampir saja muka Andri (Andritany) ketendang. Yasudah saya samperin dong si Jupe. Eh, tiba-tiba saya didorong sama Vujovic. Setelah itu, dia juga memukul saya sampai terjatuh”, jelas Ismed menjelaskan kronologis keributannya dengan Vujovic.

“Padahal saya juga bilangnya baik-baik. Saya bilang, ‘Kamu ga bisa gitu dong. Masa bola sudah ditangan, mau kamu curangin”, terus pemain berusia 37 tahun tersebut.

Walaupun sempat terjadi baku hantam dan kontak fisik pada laga tersebut, wasit yang bertugas, Aprisman Aranda sama sekali tidak menodongkan kartu kuning ataupun kartu merah kepada pemain dari kedua kubu yang terlibat aksi cek cok tersebut.

Namun begitu, bagusnya kedua tim suporter tidak terpancing untuk menlanjutkan keributan yang lebih parah secara massal.

Selebihnya laga lanjutan tetap berjalan normal, hingga laga tersebut pada akhirnya hanya tertuntaskan dengan hasil imbang 1 – 1.