Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp

Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp
Milomir Seslija Bilang Mundur Cuma Lewat WhatsApp

Persiba Balikpapan baru saja dibikin emosi oleh Milomir Seslija. Pasalnya, pelatih asal Bosnia Herzegovina itu tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba bilang mau resign. Apalagi pernyataan tersebut hanya dilontrakannya melalui WhatsApp.

Sejatinya gosip terkait Milo yang hendak hijrah ke Persib Bandung sudah berhembus lama, walaupun belakangan sempat meredam. Namun kini, semuanya seolah mencuat kembali saat dirinya tidak nongol pada sesi latihan bersama yang digelar Persiba kemarin sore (Rabu, 9 / 8 / 2017). Dipertegas dengan pesan singkat lewat WhatsApp yang dikirim oleh pria berjuluk Beruang Madu itu kepada manajemen Persiba.

Disisi lain, pihak manajemen Persiba yang sudah mendengar rumor tersebut sempat memanggil Milo untuk berbicara 4 mata. Sayang, panggilan tersebut tidak digubris terus oleh pria berusia 53 tahun itu. Tak sabar dengan situasi yang dihadapi, pihak manajemen pun akhirnya memutuskan untuk menyambangi rumah Milo. Kendati, hasilnya nihil. Rumah sang arsitek terlihat sepi, gelap dengan keadaan semua pintu terkunci.

Sikap yang sangat tidak profesional tersebut sangat disayangkan oleh manajemen Persiba.

“Semua itu tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Kalau cuma dari WhatsApp saja ya ga profesional lah. Ga ada angin ga ada hujan, terima chat mengundurkan diri siapa yang ga bingung coba?”, ujar Sekretaris Umum Persiba, Irvan Taufik geram.

“Dihubungi susah, disamperin ga ada. Pusing saya sama orang begitu. Dimana-mana juga, ga bisa kita sembarangan membatalkan kontrak dengan cara seperti itu. Semua harus ada prosedurnya. Makanya saya undang dia untuk membicarakan duduk persoalannya”, sambung Irvan lagi.

Setelah diusut lebih dalam oleh wartawan, ternyata kontrak Milo dengan Persiba akan berakhir pada kompetisi Liga 1 musim ini. Milo sempat mengajukan pengunduran diri secara formal, namun ditolak mentah-mentah oleh Persiba. Sementara Maung Bandung yang saat ini sedang kepepet membutuhkan pelatih baru, memang sudah naksir berat dengan Milo.

Dibawah tangan Milo, performa Persiba memang relatif merangkak naik di Liga 1. Tak heran klub yang dijuluki dengan Klub Selicin Minyak itu ogah melepas pelatih yang sukses menjadi dirijen squad -nya.

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung
Ismed Sofyan Digebuk Bule di Bandung

Laga lanjutan Liga 1 yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung di GBLA (Stadion Gelora Bandung Lautan Api) pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 22 / 7 / 2017) WIB malam, diwarnai keributan antara kapten Macan Kemayoran, Ismed Sofyan dengan salah satu penggawa Maung Bandung, Vladimir Vujovic. Setelah dirunut kembali kisahnya, keributan dipicu oleh keisengan terhadap Andritany Ardhiyasa yang dimotori oleh Achmad Jufriyanto.

Cek cok pertama terjadi saat laga memasuki menit ke 33. Saat itu, Jupe (panggilan akrab dari Achmad Jufriyanto) berusdaha menyolong bola yang sudah dibekap Andritany, kiper Persija.

Kesal dengan ulah bek Persib itu. Maman Abdulrahman, Ismed dan Andritany langsung menghampiri dan melabrak Jupe. Ismed yang tengah mencak-mencak sambil menunjuk-nunjuk muka Jupe, mendadak dijoroki oleh Vujovic. Tak terima didorong, Ismed pun menyeruduk muka Vujovic. Merasa tak terima juga lantaran mukanya ditanduk, Vujovic langsung melayangkan bogem mentah ke muka Jupe. Pemain kelahiran Banda Aceh itu pun langsung KO dan mencium tanah.

Setelah selesai bertanding, Ismed pun dihampiri Soccer 3636 untuk menceritakan detail terkait aksi ribut-ribut dirinya dengan Vujovic.

“Ya masa bola udah ditangkap kiper, masih mau disikat juga. Udah gitu nyikatnya kasar lagi. Hampir saja muka Andri (Andritany) ketendang. Yasudah saya samperin dong si Jupe. Eh, tiba-tiba saya didorong sama Vujovic. Setelah itu, dia juga memukul saya sampai terjatuh”, jelas Ismed menjelaskan kronologis keributannya dengan Vujovic.

“Padahal saya juga bilangnya baik-baik. Saya bilang, ‘Kamu ga bisa gitu dong. Masa bola sudah ditangan, mau kamu curangin”, terus pemain berusia 37 tahun tersebut.

Walaupun sempat terjadi baku hantam dan kontak fisik pada laga tersebut, wasit yang bertugas, Aprisman Aranda sama sekali tidak menodongkan kartu kuning ataupun kartu merah kepada pemain dari kedua kubu yang terlibat aksi cek cok tersebut.

Namun begitu, bagusnya kedua tim suporter tidak terpancing untuk menlanjutkan keributan yang lebih parah secara massal.

Selebihnya laga lanjutan tetap berjalan normal, hingga laga tersebut pada akhirnya hanya tertuntaskan dengan hasil imbang 1 – 1.